Minggu, 19 Januari 2014

Mengupas Fakta Sains Disebalik Peribahasa Melayu 'Seperti Kaduk Naik Junjung'



Peribahasa melayu' seperti kaduk naik junjung' adalah satu peribahasa melayu yang telah dihasilkan oleh masyarakat melayu dahulu. Peribahasa ini merupakan sebahagian daripada bahasa kiasan dalam budaya melayu. Terdapat dua mesej utama disebalik peribahasa ini. Pertama adalah maksud kepada peribahasa ini dan satu lagi kita mampu mengupas fakta sains yang terdapat di dalam peribahasa ini.

Maksud peribahasa 'seperti kaduk naik junjung' adalah sesuatu perkara yang hina setelah dimuliakan, menjadi lupa diri dan asal usul. tetapi, mengapakah ia dikaitkan dengan keadaan atau tabii semulajadi kaduk?

Menariknya, apabila kita cuba mengupas fakta sains yang berkaitan dengan peribahasa ini, ia mempunyai dua konsep utama. Pertama, peribahasa ini telah dihasilkan melalui proses 'pemerhatian'. 'Pemerhatian' merupakan satu komponen yang terkandung dalam Kemahiran Proses Sains yang digunapakai sewaktu kita menjalankan kajian secara saintifik terhadap sesuatu. Definasi kemahiran 'pemerhatian' ialah menggunakan deria untuk mengumpul maklumat tentang objek atau peristiwa. Masyarakat dahulu sebenarnya telah lama mengaplikasi kemahiran proses sains ini tanpa disedari walaupun kebanyakan mereka bukanlah bergelar seorang saintis.



Daun Kaduk
Kedua, konsep sains yang terkandung dalam peribahasa ini adalah mengenai kaduk itu sendiri. Kaduk adalah sejenis tumbuhan herba. Secara fizikalnya, pokok ini digelar kembar kepada pokok sireh. Ini adalah kerana rupa fizikalnya saling tak tumpah seperti pokok sireh. bezanya adalah pokok kaduk adalah tumbuhan melata manakala pokok sireh adalah tumbuhan memanjat. Kedua-dua tanaman ini mempunyai kepentingan masing-masing dalam tujuan perubatan.
Soalnya, mengapa kaduk naik junjung? Disebabkan tumbuhan ini tumbuh melata, ia akan tumbuh menutupi bumi. Tetapi apabila diletakkan kayu pacak tinggi yang dipanggil junjung disebelahnya, pokok ini akan memanjat sehingga terlupa keadaan semulajadi pokok itu yang tidak mempunyai sistem sokongan untuk memanjat. Apabila ia terus memanjat, tumbuhan ini terlupa sekiranya kayu junjung dipotong pada bila-bila masa sahaja, pokok ini juga akan musnah.

Daun sireh


Pokok sireh

Betapa menariknya apabila kita mengkaji sesuatu dan boleh mengaitkannya dengan ilmu sains. kita juga boleh membuat kesimpulan bahawa sains adalah di mana-mana. Jadikanlah peribahasa ini sebagai taulan . Janganlah menjadi 'seperti kaduk naik junjung'.


Posted  by Ayu
Learning Specialist, Petrosains



 



Minggu, 05 Januari 2014

Travel Back in Time with Petrosains



I was astounded by the variety of exhibitions in Petrosains itself, however, I was particularly attracted to visit the Geotime Diorama. Having a great interest in rocks and nature as a whole, it is natural for me to spend more time in that particular exhibition. It presents prehistoric events in a unique approach. As I entered the exhibition, I was amused by the setting; it was definitely a new world. I was welcomed by the rapping T-Rex which was amusing and fun to listen to. The exhibition consists of many figurines of ancient animals and plants. The sound effects brought me into the ancient times when dinosaurs ruled the world.  I was lucky to have had the chance to explore it and had more opportunities to gain lots of knowledge without rushing through time.
There were so many things to cover although the exhibition hall itself does not seem to be big! I slowly walked down the path while going through each and every information board. It was not your typical museum with science facts all the way; the exhibition is actually interactive! I was able to learn about the texture of rocks which is essential to determine their respective types. Also, it took me back to the ancient times; to experience the smell of air during that period. But I must say that I am grateful with the air we breathe today because the smell of ancient air was so strong and pungent that I could never imagine myself living during that era. Through the facilities that they have, I gained much knowledge about the prehistoric era. Had I not known that the gap between each species existed was large, I would have thought that plants and animals coexist in a similar period of time. I was amused to know that animal and plant fossils actually aid geologists in establishing the age of a rock. What is interesting about this exhibition, other than interactive models, is the language used to explain the facts. It was explained in both Bahasa Melayu and English using common vocabulary to make sure all visitors including children can engage with the information they read. I could see many kids were actually learning through it with the help of their guardian.
I was happy to not only be able to learn but also to convey what I obtained as I had the chance to help visitors to understand some of the hands-on activities. It piqued their interest to learn more and created an environment to nurture curiosity in science. I was so engrossed in the diorama that I lost track of time. Without knowing, I had spent nearly an hour to fully experience that particular exhibition. The amount of knowledge I gained is ten times the size of the exhibition itself!
Although this was not my first time here, the difference is when I was a child, I would just walk pass through it and get excited while looking at the animal and plant figurines without bothering to read through the information boards. I must say that it was a big loss that I did not go through them earlier but I have found a new form of joy hidden in the exhibition today; this place is both educational and inspiring.  It is not only an exhibition on prehistoric creatures butalso a source of information on natural resources and their relations to our environment.  So take your time here and you will find yourself immersed in the unforgettable journey at Geotime Diorama.






Shared by Nadrah
Guest Student Blogger





Selasa, 05 November 2013

Wow Formasi Salju Ini Muncul Di Tengah Kerikil Dan Bebatuan

Alam tidak pernah berhenti menampilkan keajaibannya, kali ini adalah fenomena alam bernama Penitentes, yaitu es yang berbentuk seperti jarum yang muncul dari dalam tanah, uniknya es ini muncul di lokasi yang kering dan berbatu.


Formasi es unik ini bisa ditemui di pegunungan Andes dengan ketinggain 13000 kaki. 


Awalnya formasi ini dikira terbuat dari angin. Namun penelitian selanjutnya menunjukkan Penitentes terbentuk dari proses yang lebih rumit.




Sumber:

Beginilah Jadinya Jika Fotografer Punya Mesin X-Ray Raksasa

Penggunaan mesin X-ray jamak kita temui di fasilitas-fasilitas publik yang memerlukan keamanan ketat, contohnya bandara-bandara nasional. Keistimewaan sinar X-ray adalah mampu memindai barang di dalam koper tanpa perlu membongkar satu persatu. Nah apakah yang terjadi jika seorang fotografer mencoba men-scan berbagai macam benda dengan mesin x-ray raksasa? simak Anekainfounik berikut:

Fotografer unik ini adalah Nick Veasy yang memiliki ide nyleneh, untuk menjalankan aksinya Nick membuat studio seluas 800 kaki persegi.



Eits ini bukan studi biasa, studio ini memiliki dinding beton setebal 30 inchi, pintunya sendiri dilapisi timah seberat 1250 kilo. Bukan tanpa alasan studio ini bak benteng, ini karena Nick menggunakan 5 mesin X-ray sekaligus yang tiap mesinnya memancarkan radiasi.




Untuk scanning benda-benda yang besar dan tidak muat di studio Nick biasanya membongkar perbagian, men-scan dengan x-ray lalu menyatukannya dengan pengolah gambar Photoshop.



Ada alasan sendiri kenapa Nick menggunakan mobil lawas, menurutnya mobil modern dipenuhi berbagai fitur keselamatan, teknologi baru, dan lain-lain yang akan menyebabkan nilai estetika foto menjadi berkurang, maka dia memilih mobil tua ini yang terlihat lebih "sederhana".



Sudah bisa dipastikan Boeing 777 ini tidak akan muat di dalam studi ini, Nick mengakalinya dengan memotret satu persatu bagian pesawat lalu menyatukannya dengan Photoshop, kedengarannya mudah? coba saja anda merangkai 1000 lebih foto menjadi satu kesatuan seperti diatas.



Foto x-ray Tommy Gun dengan rumah peluru berbentuk bundar khas senjata gangster jaman dulu.















Foto x-ray senjata M16



Foto x-ray Anschutz



Foto x-ray Walter PPK



Foto x-ray SPAS 12



Foto x-ray robot berjalan.



Foto x-ray robot dari depan



Siapa sangka x-ray yang awalnya hanyalah untuk keamanan sekarang ditangan fotografer pun bisa menjadi obyek karya seni yang unik. Kira-kira apalagi ya ide para fotografer di masa depan?

Sumber:
Inggris : http://www.wired.com/rawfile/2013/10/x-ray/#slideid-88011
Indonesia : www.anekainfounik.blogspot.com